Palidangan ( LK3 )

Tuesday, January 17, 2017

Duduk Bersama Dalam Membicarkan Peran Agama di Ruang Publik



Duduk Bersama Dalam Membicarkan Peran Agama di Ruang Publik

Agama adalah sebuah tradisi yang sangat bernilai, di dalamnya terdapat banyak kandungan nilai-nilai yang dapat memberikan kontribusi pada kehidupan umat manusia. Iman di dalam beragama dapat menjadi kekuatan kritis terhadap berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Agama seringkali pula menjadi kekuatan moral dalam mengusung keadilan, dan banyak lagi kontribusi agama yang kita bisa lihat di ruang publik dalam kehidupan umat beragama.
Beranjak dari hal itu, Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyaratan ( LK3 ) Banjarmasin mengadakan Seminar dan Sarasehan tentang Peran Agama di Ruang Publik, pada hari Selasa 17 Januari 2017 di Banjarmasin dengan mengundang berbagai kalangan, mulai dari cendekiawan, agamawan, akademisi, LSM, ormas serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, guna duduk bersama membicarakan dan mediskusikan apa peran agama untuk menghadapi isu-isu serius yang sedang dihadapi oleh umat seperti masalah lingkungan, narkoba dan masalah serius lainnya.
Seminar dan Sarahsehan yang di Mederatori oleh Noorhalis Majid ini mendatangkan pembicara Nasional Dr. Rumadi Ahmad, Ketua Lapkesdam PBNU sekaligus Dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Serta mendatangkan tiga pembicara lokal, Dr. Wahyudin, M.Si ( akademisi IAIN Antasari ), Dermawatie Sihite, SH, MH ( Dosen Fakultas Hukum ULM ) dan H. Ipansyah Kepala Bidang Pencegangan BNN Provinsi Kalsel.
Dr. Wahyudin mengatakan bahwa masalah lingkungan ialah masalah global yang sangat serius yang dihadapi umat manusia. Harus dijadikan agenda bagaimana para cendekiawan dan agamawan untuk membicarakan masalah lingkungan secara serius, karena masalah lingkungan adalah masalah serius bagi manusia dari semua umat. Kearifan lokal sekarang sudah terpinggirkan oleh globalisasi, padahal dulu kearifal lokal dan kearifan agama banyak berkontribusi atas keberlangsungan alam dan lingkungan. Ibnu arabi mengatakan bahwa alam adalah hakikah keberadaan Tuhan.  Pertanyaannya adalah kapan para Agamawan dan para Cendekiawan duduk bersama untuk membicarakan masalah lingkungan dan masalah serius lainya seperti Narkoba dan kemiskinan?.
Pada kesempatan kali ini Dr. Rumadi Ahmad menjabarkan, Agama mempunyai peran penting di Indonesia, sejak awal Republik Indonesia berdiri. Sejak awal, bahkan sebelum kemerdekaan peranan agama sangat penting dalam mendirikan negara ini, terlebih lagi agama Islam. Spirit dan semangat keberagamaan itu sangat penting dimunculkan di ruang publik, bukan hanya teriak-teriak " Allahu Akbar " saja, akan tetapi menumbukan dan menciptakan kedamaian, kemajuan, keamanan, dan mewujudkan pencerahan agama itu jauh lebih sangat penting.
Paparan H. Ipansyah Kepala Bidang Penjegahan BNN Provinsi Kalsel mengatakan ada beberapa penyebab masih maraknya penggunaan narkoba di masyarakat, yakni Bisnis narkoba itu bisnis yang menjanjikan, pelakunya kebanyakan adalah orang yang kaya raya. Maraknya Narkoba di Lembaga Pemasyarakatan, mudahnya pengiriman narkoba jalur laut, tidak ada niat untuk berhenti menggunakan narkoba oleh pengguna, serta modus operandinya berganti-ganti. Beliau pun menambangkah bahwa musuh negara sekarang itu ada tiga, pertama terorisme, kedua korupsi dan ketiga narkotika.
Sebelum memberikan paparannya tentang masalah lingkungan Darmawati Sihitie mengaku sangat terkejut dengan data yang dipaparkan oleh H. Ipansyah yang memaparkah angka penggunaan dan kasus Narkoba di Kalsel lumayan tinggi, padahal Kalimantan Selatan ini termasuk wilayah yang dikatakan religus. Selanjutnya dia memaparkan beberapa ayat yang menyatakan bahwa merusak lingkungan  adalah sebuah kekafiran ( kafir ekologis, kufr al-bi'ah ). Arif


























No comments:

Post a Comment