Duduk Bersama Dalam Membicarkan Peran Agama
di Ruang Publik
Agama adalah sebuah tradisi yang sangat
bernilai, di dalamnya terdapat banyak kandungan nilai-nilai yang dapat
memberikan kontribusi pada kehidupan umat manusia. Iman di dalam beragama dapat menjadi kekuatan kritis terhadap berbagai
persoalan yang ada di masyarakat. Agama seringkali pula menjadi kekuatan moral
dalam mengusung keadilan, dan banyak lagi kontribusi agama yang kita bisa lihat
di ruang publik dalam kehidupan umat beragama.
Beranjak dari hal itu, Lembaga Kajian
Keislaman dan Kemasyaratan ( LK3 ) Banjarmasin mengadakan Seminar dan Sarasehan
tentang Peran Agama di Ruang Publik, pada hari Selasa 17 Januari 2017 di
Banjarmasin dengan mengundang berbagai kalangan, mulai dari cendekiawan, agamawan,
akademisi, LSM, ormas serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, guna duduk bersama membicarakan dan
mediskusikan apa peran agama untuk menghadapi isu-isu serius yang sedang dihadapi
oleh umat seperti masalah lingkungan, narkoba dan masalah serius lainnya.
Seminar dan Sarahsehan yang di Mederatori oleh
Noorhalis Majid ini mendatangkan pembicara Nasional Dr. Rumadi Ahmad, Ketua
Lapkesdam PBNU sekaligus Dosen di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Serta
mendatangkan tiga pembicara lokal, Dr. Wahyudin, M.Si ( akademisi IAIN Antasari
), Dermawatie Sihite, SH, MH ( Dosen Fakultas Hukum ULM ) dan H. Ipansyah Kepala Bidang Pencegangan BNN Provinsi Kalsel.
Pada kesempatan kali ini Dr. Rumadi Ahmad menjabarkan, Agama mempunyai peran penting di Indonesia, sejak awal Republik
Indonesia berdiri. Sejak awal, bahkan sebelum kemerdekaan peranan agama sangat
penting dalam mendirikan negara ini, terlebih lagi agama Islam. Spirit dan semangat
keberagamaan itu sangat penting dimunculkan di ruang publik, bukan hanya teriak-teriak
" Allahu Akbar " saja, akan
tetapi menumbukan dan menciptakan kedamaian, kemajuan, keamanan, dan mewujudkan
pencerahan agama itu jauh lebih sangat penting.
Paparan H. Ipansyah Kepala Bidang Penjegahan BNN Provinsi Kalsel mengatakan ada beberapa penyebab masih maraknya penggunaan
narkoba di masyarakat, yakni Bisnis narkoba itu bisnis yang menjanjikan,
pelakunya kebanyakan adalah orang yang kaya raya. Maraknya Narkoba di Lembaga
Pemasyarakatan, mudahnya pengiriman narkoba jalur laut, tidak ada niat untuk berhenti menggunakan narkoba oleh pengguna, serta modus operandinya berganti-ganti. Beliau pun menambangkah
bahwa “musuh negara
sekarang itu ada tiga, pertama terorisme, kedua korupsi dan ketiga narkotika”.
Sebelum memberikan paparannya tentang masalah
lingkungan Darmawati Sihitie mengaku sangat terkejut dengan data yang dipaparkan
oleh H. Ipansyah yang memaparkah angka penggunaan dan kasus Narkoba di Kalsel lumayan
tinggi, padahal Kalimantan Selatan ini termasuk wilayah yang dikatakan religus.
Selanjutnya dia memaparkan beberapa ayat yang menyatakan bahwa merusak
lingkungan adalah sebuah kekafiran (
kafir ekologis, kufr al-bi'ah ). Arif