habarpalidangan.blogspot.co.id - Terjadinya kembali
kekerasan Di Rakhine State terhadap komunitas Muslim Rohingya yang dilakukan
oleh pihak pasukan keamanan Negara Myanmar telah memicu kecaman dari semua
pihak, tidak hanya dari kalangan Umat Islam, bahkan juga menuai kecaman dari
Umat Buddha sendiri. Apa yang terjadi dan
dialami oleh Kaum Muslim Rohingya adalah kejahatan kemanusiaan yang harus disikapi dengan tegas baik tingkat
lokal, nasional, maupun Internasional.
Rohingya adalah
komunitas yang mayoritasnya adalah Muslim, Di Rakhine jumlah mereka sekitar
satu juta jiwa, dan sebagian besar masyarakat di Rakhine juga beragama Buddha.
Dalam konteks ini, Muslim Rohingya dianggap oleh warga Rakhine lainnya
sebagai saingan tambahan dan ancaman bagi identitas mereka sendiri. Inilah
sebab utama ketegangan yang terjadi di Rakhnie State, dan telah menyebabkan
konflik antar dua kelompok tersebut.
Sehubungan dengan ini,
Senin 04/09/2017 Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3)Banjarmasin berserta
Vihara Dhamasoka mengadakan Konferensi
Pers dan pernyataan sikap bersama dalam rangka melihat secara jernih
permasalahan ini dan menepis sintimen beragama yang mungkin akan muncul dengan
adanya konflik di Myanmar. Konferensi Pers yang dilaksanakan di Aula Vihara
Dhamasoka yang dihadiri oleh tokoh Lintas Agama, FKUB, Ormas/LSM dan Media ini mengeluarkan beberapa sikap, yakni.
- Menyesalkan dan prihatin terhadap apa yang terjadi di Rakhine, dan mengecam pemerintah Myanmar yang telah gagal melindungi Suku Rohingya apapun latar belakangnya.
- Mendesak pemerintah Indonesia Untuk: bersikap tegas, cepat dan lugas untuk memberikan bantuan dalm wujud apapun untuk mengentaskan masyarkat Rohingya dari tragedi ini dan melakukan langkah deplomatik. Serta menggalang solidaritas Asean untuk mengatasi permasahalan Suku Rohingya yang berptensi mengganggu keamanan dan ketentraman.
- Menghimbau kepada segenap warga Indonesia untuk tidak terseret dalam permasalahan di Myanmar, terlebih yang disertai dengan sentimen keagamaan.
- Memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa permasalahan Suku Rohingya adalah permasalahan Internal negara Myanmar yang tidak perlu mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang telah berjalan dengan baik, tentram dan damai.
- Menghimbau kepada seluruh tokoh Agama dan tokoh Masyarakat untuk menjaga kondusivitas masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berbagai berita Hoax yang menyesatkan yang berkenaan denga tragedi di Rohingya.
- Menghimbau kepada institusi kepolisian melalui Satgas Cyber Crime Polri di berbagai tingkatan untukm bersikap tanggap dan mengambil langkah cepat dan tepat terhadap berbagai kemungkinan adanya hasutan kepada masyarakat melalui berbagai cara, terutama Media Sosial yang sangat sensitif.
Dalam kesempatan ini
pula, secara langsung Bante Shadaviro Mahatera, Pimpinan Vihara Dhamasoka menyampaikan, sebagai
umat Buddha prihatin dan sangat menyesalkan kejadian yang
ada di Myanmar. Bante juga menyampaikan bahwa Umat Buddha yang ada di
Indonesia, Khususnya Banjarmasin tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa
yang terjadi di Rohingya.
Senada denga itu,
Rafiqah selaku Direktur LK3 Banjarmasin mengatakan mengutuk keras dan
menyesalkan kejadian ini, dan menghimbau
masyarakat untuk tetap bersikap dengan kepala dingin ketika menghadapi masalah seperti ini. Ia juga
berharap umat beragama yang ada di Kalsel untuk bersifat bijak dan tidak mudah
terpancing dengan isu-isu negatif tentang kasus kemanusiaan di Rohingya.
Penulis & Editor : Arif Riduan
Kameramen : M. Isya Azhar & Arif
Riduan
TIM DOKUMENTASI LK3
No comments:
Post a Comment