Palidangan ( LK3 )

Saturday, June 17, 2017

Menguatnya Intoleransi, Sebuah Tantangan





habarpalidangan.blogspot.co.id - Menguatnya intoleransi di Indonesia, terjadi sepanjang 15 tahun terakhir, demikian disampaikan Ahmad Sueady, peneliti sekaligus editor buku Intoleransi, Revitalisasi Tradisi dan Tantangan Kebinekaan Indonesia, pada diskusi buku yg dilaksanakan LK3 bekerjasama dengan Majelis Sinode GKE, Rabu 14 Juni 2017 di kantor Sinode GKE di Banjarmasin.


Selain Ahmad Suaedy, hadir pula sebagai pembicara Pdt. DR Wardinan S Lidim, Ketua Umum Sinode GKE. Ia menyampaikan tentang toleransi yang selama ini terbangun antara Islam dan Kristen. Bahkan kedatangan Kristen ke tanah Kalimantan atas jasa dan bantuan Kesultanan Banjar pada masa lampau. Maka dengan demikan toleransi itu sudah terbangun sejak lama. Demikian juga dengan tradisi Rumah Betang atau balai adat yang menggambarkan kerukunan dan kebersamaan.

Dalam paparannya, Suaedy banyak mengutarakan contoh-contoh revitalisasi tradisi yang signifikan membangun toleransi. Bahwa Indonesia kaya akan tradisi dan jika terus dibagun, maka toleransi juga akan terjaga. Dalam setiap masyarakat, selalu saja ada tradisi yg sangat kuat dalam membangun toleransi, karena kebinekaan itu sesuatu yg melekat pada bangsa Indonesia. 

Lebih dari 100 peserta, terdiri dari komunitas berbagai agama hadir dalam diskusi, dilanjutkan dengan buka puasa bersama tersebut. Diskusi  hangat dengan mengutarakan berbagai tradisi agama dan budaya dalam membangun toleransi diutarakan oleh banyak tokoh agama yg hadir, termasuk otokritik atas prilaku umat beragama yangg cendrung  intoleran sehingga menimbulkan ketegangan dalam hubungan antar agama.  

Selain itu, Rafiqah, selaku direktur LK3 dan Pdt. Jhon Wattimena selaku panitia penyelenggara mengatakan bahwa kegiatan diskusi buku ini merupakan bagian dari kerjama antara LK3 dan Sinode GKE dalam membangun hubungan antara agama di Kalimantan. Sudah lebih 7 tahun kerjasama ini dibangun dan berbagai kegiatan dilakukan secara bersama. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan terbangun saling pengertian dan toleransi di antara umat beragama, sehingga terjaga kedamaian bagi di Kalimantan, khususnya d Banua Kalsel. 

Penulis                        : Abdani Solihin
Editor                         : Arif Riduan
Fotografer                 : Arif Riduan & Muhammad Aldianoor


No comments:

Post a Comment