Palidangan ( LK3 )

Monday, April 29, 2019

Warga Bantaran Sungai Muara Bangkal Antusias Mengolah Kripik



Ibu-ibu Bantaran Sungai Muara Bangkal sangat antusias mengikuti petihan membuat Kripik Daun Limau Purut bersama Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah ibu-ibu Bantaran Sungai Muara Bangkal, kelurahan tanjung pagar, Banjarmasin Selatan. Membuat kripik yang dilaksanakan, Selasa 23 April 2019 ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal LK3 bersama warga untuk membantu masyarakat dalam program pemperdayaan masyarakat yang dinamai Program Economic Empowerment.

LK3 kerkomitmen untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui produk-produk kreatif dan enovatif. Kripik Daun Purut ini dinilai sangat menjanjikan jika dipasarkan, hanya saja tak banyak orang yang memproduksinya. Terlebih lagi menjelang ramadhan dan hari raya biasanya makanan cemilan jenis ini laku dipasaran. 

Pelatihan kali ini dibimbing oleh Acil Yana. Dengan piawai Yana mempraktikan keahliannya membuat Kripik Daun Purut kepada ibu-ibu bantaran sungai muara bankal. Yana juga menceritakan apa-apa saja yang telah mampu ia beli setelah menekuni pembuatan Kripik Daun Limau Purut ini, sehingga mendengar cerita yang dituturkan Yana, para peserta pelatihan semakin antusias untuk belajar.

Kripik Daun Limau Purut terdiri dari bahan yang sederhana, diantaranya Tepung Gandum, bawang putih, bawang merah, garam dan tentunya irisan halus Daun Limau Purut. Rasanya yang renyah dan aroma bawang serta limau purutnya membuat banyak orang menyukainya.

Rakhmalina Bakhriati, Koordinator Program EE, mengatakan bahwa pelatihan yang dilakukan LK3 di Kampug Bantaran Sungai Muara Bangkal ini bukan hanya sebatas pelatihan mengolah kuliner lalu lepas begitu saja, namun juga sampai dalam tahap pengemasan, perizinan dan pemasaran. " Kami LK3 berharap program ini dapat menjadi pekerjaan kreatif yang mengahasilkan uang bagi ibu-ibu untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga nantinya. Bukan hanya pelatihan, namun pengemasan, perizinan, dan pemasaran produk juga akan kami bina semaksimal mungkin. Bukan hanya kripik, nanti kuliner dan kerajinan tangan juga akan kami ajarkan ditempat ini " ujar Rakhmalina. 

Pelatihan kuliner yang dilaksanakan di pelataran ibu Ruminah ini berhasil membangun pengetahuan ibu-ibu yang ikut serta, terbukti dari renyahnya kripik yang dihasilkan dari olahan bersama. Hasil yang diharapkan oleh Yana, pelatih membuat kripik sangat sesuai dengan yang dia harapkan. Apa yang dibuat oleh peserta tidak kalah renyah dengan bikinan Yana dengan brand Acil Galuh miliknya. Arif Riduan









No comments:

Post a Comment