Palidangan ( LK3 )

Tuesday, May 14, 2019

Buka Puasa Bersama Masyarakat Pinggiran Sungai

Sembari penyampaikan berbagai rencana kegiatan pemberdayaan masyarakat pinggiran sungai, LK3 (Lembaga Kajian Keislaman & Kemasyarakatan) melaksanakan buka puasa bersama masyarakat di kawasan sungai Muara Bangkal, Kampung Baru, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin, Minggu, 12 Mei 2019.

Rakhmalina Bakhriati, koordinator pemberdayaan masyarakat, dan Rafiqah, Direktur LK3, menyampaikan rencana pemberdayaan kepada kelompok perempuan, remaja, dan masyarakat secara umum. Masyarakat mendengarkan antusias dan menyampaikan berbagai masukan kepada LK3. Soal pupuk untuk petani, sampah sungai yang tidak terkelola, serta berbagai  problem remaja.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Noorhalis Majid, staf Senior Lk3, Djono Poerwadi, pegiat pariwisata dan Ibu Lurah Tanjung Pagar. Pentingnya pengembangan kawasan sungai dalam mendukung pariwisata menjadi topik pembicaraan dalam sosialisasi tersebut.

Lurah Tanjung Pagar, Aina, menyambut gembira rencana LK3, mengucapkan terimakasih sudah bersedia membantu masyarakat dan memilih kawasan di wilayah kelurahan Tanjung Pagar. Dia berharap partisipasi seluruh masyarakat, tanpa kerjasama semua masyarakat tidak mungkin bisa merubah kawasan ini.

Setelah sosialisasi, acara diakhiri dengan doa bersama dan buka puasa. Selanjutnya LK3 akan menindaklanjutinya dengan sejumlah pertemuan serta pelatihan dengan perempuan, remaja dan orang tua untuk menata kampung  Tanjung Pagar. Arif










Wednesday, May 8, 2019

LK3 dan Keuskupan Bagi-bagi Sembako Kesejumlah Anak Jalanan dan Komunitas Lainnya

Keuskupan Banjarmasin DKP. Bidang Pelayanan dan Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin memberikan paket sembako kepada beberapa komunitas yang dianggap layak untuk diberi bantuan, misalnya komunitas single parents, perkumpulan penyandang Disabilitas Indonesia kota Banjarmasin dan Al-AJYB (Anak Jalanan Yang Baik) pada Rabu,  1 Mei 2019  di sekretariat LK3 Banjarmasin, Jl. Soetoyo S komplek rajawali.

Kegiatan ini adalah bagian dari Perayaan Paskah sekaligus kegiatan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan. Pastor Krispinus Cosmas  menyampaikan bahwa Keuskupan dan DKP.Pelayanan Katedral Banjarmasin berkomitmen untuk  berbagi kasih dengan saudara-saudara lintas iman khususnya komunitas untuk menjalin silahturahmi antar agama.

Tahun lalu keuskupan Banjarmasin dan LK3 membagi paket sembako sebanyak 100 paket namun hanya 2 komunitas yang menerima paket sembako tersebut,yakni komunitas single parents dan perkumpulan penyandang Disabilitas Indonesia. Kali ini dengan 150 paket dapat menambah penerima paket sembako  yaitu komunitas anak Jalanan. Rudi sebagai anggota Al-AJYB mengatakan "sangat berterima kasih kepada keuskupan dan LK3  karena tidak memandang perbedaan keyakinan untuk saling berbagi, yg penting bagi dia kita terus bersama biar kita berbeda". ujarnya

Selain itu Rafiqah selaku direktur LK3 mengatakan "berharap kegiatan ini selalu rutin terjalin untuk bersama-sama membangun kerukunan untuk banua, di tengah isu yang semakin simpang siur dan banyaknya hasutan dan berita hoax serta tidak memandang latarbelakang sosial ekonomi dan sara untuk membangun perdamaian ". ujarnya dalam sesi sambutan. Paula

Penulis : Paula Murni Fernandez
Editor : Arif Riduan
Foto : Paula






Monday, April 29, 2019

Praktik Membuat Kripik Dihadiri Puluhan Ibu-ibu Bantaran Sungai Muara Bangkal


Menindak lanjuti pelatihan membuat kripik daun limau purut yang sebelumnya bersama Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) di bantaran sungai Muara Bangkal, RT. 14 Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, kali ini Minggu, 28/04/2019, tepatnya di pelataran rumah ibu Faridah, yang berada di tepian sungai, LK3 kembali mengadakan pelatihan pembuatan kripik daun limau purut. Kali ini diikuti oleh puluhan ibu-ibu dan pemudi muara sungai bangkal.

Pelatihan kali ini dibagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdapat ibu-ibu yang kemarin mengikuti pelatihan pertama dan ibu-ibu serta pemudi yang baru ikut pelatihan. Adapun nama kelompoknya adalah Kelompok Ceria, Kelompok Manis Manja, Kelompok Cetar, dan kelompok pelangi. Yang mana masing-masing kelompok diminta untuk mempraktikan pelajaran mengolah kripik yang kemarin diajarkan oleh Acil Yana. 

" Sekarang adalah tugas ibu-ibu untuk mempraktikan apa yang sudah diajarkan oleh Acil Yana kemarin, dan tugas ibu-ibu pulalah yang mengajarkan membuat kripik kepada peserta yang lain dengan pengetahuan yang telah ibu-ibu dapatkan". Tutur Rakhmalina Bakhriati, Koor. Program Economic Empowerment LK3 disaat sambutannya kepada peserta pelatihan.

Direktur LK3, Rafiqah, S.Ag juga mengharapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini nantinya bisa menjadi wadah silaturrahmi masyarakat bantaran sungai muara bangkal bersama LK3. Pada garis besarnya LK3 ingin apa yang menjadi program LK3 ini dapat menjadi manfaat yang besar bagi masyarakat terutama dalam hal membangun ekonomi kreatif di masyarakat. Rafiqah juga menuturkan "  bukan hanya pelatihan kuliner yang menjadi fokus program ini, melainkan juga akan ada pelatihan lain seperti membuat kerajinan kain sasirangan, pemanfaatan limbah, dan aneka kerajinan kreatif lain, yang tentunya sesuai kemauan dan kemampuan LK3 dalam hal memfasilitasi kegiatan tersebut " ujarnya. 

Pelatihan ini juga dihadiri oleh anak-anak yang sangat antusias menunggu hasil olahan kripik ibu-ibu dan pemudi pada pelatihan ini. Keempat kelompok berhasil membuat kripik daun limau purut yang renyah dan gurih. Terbukti dengan antiasnya anak-anak dan masyarakat yang ikut menyaksikan untuk mencicipi hasil olahan mereka. Arif Riduan










Warga Bantaran Sungai Muara Bangkal Antusias Mengolah Kripik



Ibu-ibu Bantaran Sungai Muara Bangkal sangat antusias mengikuti petihan membuat Kripik Daun Limau Purut bersama Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3). Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah ibu-ibu Bantaran Sungai Muara Bangkal, kelurahan tanjung pagar, Banjarmasin Selatan. Membuat kripik yang dilaksanakan, Selasa 23 April 2019 ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan awal LK3 bersama warga untuk membantu masyarakat dalam program pemperdayaan masyarakat yang dinamai Program Economic Empowerment.

LK3 kerkomitmen untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui produk-produk kreatif dan enovatif. Kripik Daun Purut ini dinilai sangat menjanjikan jika dipasarkan, hanya saja tak banyak orang yang memproduksinya. Terlebih lagi menjelang ramadhan dan hari raya biasanya makanan cemilan jenis ini laku dipasaran. 

Pelatihan kali ini dibimbing oleh Acil Yana. Dengan piawai Yana mempraktikan keahliannya membuat Kripik Daun Purut kepada ibu-ibu bantaran sungai muara bankal. Yana juga menceritakan apa-apa saja yang telah mampu ia beli setelah menekuni pembuatan Kripik Daun Limau Purut ini, sehingga mendengar cerita yang dituturkan Yana, para peserta pelatihan semakin antusias untuk belajar.

Kripik Daun Limau Purut terdiri dari bahan yang sederhana, diantaranya Tepung Gandum, bawang putih, bawang merah, garam dan tentunya irisan halus Daun Limau Purut. Rasanya yang renyah dan aroma bawang serta limau purutnya membuat banyak orang menyukainya.

Rakhmalina Bakhriati, Koordinator Program EE, mengatakan bahwa pelatihan yang dilakukan LK3 di Kampug Bantaran Sungai Muara Bangkal ini bukan hanya sebatas pelatihan mengolah kuliner lalu lepas begitu saja, namun juga sampai dalam tahap pengemasan, perizinan dan pemasaran. " Kami LK3 berharap program ini dapat menjadi pekerjaan kreatif yang mengahasilkan uang bagi ibu-ibu untuk menambah pendapatan ekonomi keluarga nantinya. Bukan hanya pelatihan, namun pengemasan, perizinan, dan pemasaran produk juga akan kami bina semaksimal mungkin. Bukan hanya kripik, nanti kuliner dan kerajinan tangan juga akan kami ajarkan ditempat ini " ujar Rakhmalina. 

Pelatihan kuliner yang dilaksanakan di pelataran ibu Ruminah ini berhasil membangun pengetahuan ibu-ibu yang ikut serta, terbukti dari renyahnya kripik yang dihasilkan dari olahan bersama. Hasil yang diharapkan oleh Yana, pelatih membuat kripik sangat sesuai dengan yang dia harapkan. Apa yang dibuat oleh peserta tidak kalah renyah dengan bikinan Yana dengan brand Acil Galuh miliknya. Arif Riduan