Palidangan ( LK3 )

Wednesday, September 27, 2017

" Kerjasama Untuk Rukun " Melalui Ikan Nila

Kerjasama dalam suatu kelompok tidak bisa terbentuk tanpa kita upayakan. Jumlah anggota yang semakin banyak dengan latar belakang berbeda seperti SARA sangat rentan untuk menjadi sumbu terjadinya konflik. Oleh sebab itu Kelompok Potensial “Warung Rukun” yang di dampingi oleh Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3), membentuk Pertemuan Rutin Kelompok Potensial dengan tema “ Kerjasama untuk Rukun” dalam rangka mempererat dan menjaga hubungan antar iman yang sudah terjalin, sebagai sharing permasalah yang dihadapi seputar pengembangan usaha, juga sebagai wadah untuk menampung dan melaksanakan ide-ide kreatif kelompok potensial.

Pertemuan Rutin kali ini mengambil teknik berbeda dari pertemuan rutin sebelumnya yaitu dengan cara lomba  memasak berbahan dasar Ikan Nila, bahkan kelompoknya langsung dibagi menurut jumlah peserta yang hadir. Sehingga memberi ruang kepada semua kelompok bagaimana mengkombinasikan bentuk kerjasama supaya menghasilkan masakan yang enak dan tim yang solid.

Dalam perlombaan ini di bagi 5 Kelompok yang terdiri dari peserta yang berbeda latar belakangnya. Kegiatan ini bertujuan agar Peserta mengetahui dan mempunyai pengalaman bagaimana menjalin kerjasama dengan anggota yang berbeda latar belakang, selain itu terdapat inovasi-inovasi baru dalam masakan seperti resep masakan dan cara penyajian makanan . 

Ibu Noormayani Selaku Juri dari Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) mengatakan ada tiga kriteria penilaian dalam perlombaan ini, dan nilai yang paling tinggi adalah pada kelompok yang mempunyai Kerjasama (50%), rasa (25%), penampilan (25%), selain itu dewan juri dari PT.Wilmar selaku pendukung acara ini  juga mengatakan dari segi kebersihan juga dinilai dalam perlombaan ini. kegiatan ini bukan untuk mencari siapa yang menang  dalam lomba memasak melainkan para peserta harus memahami “ada pekerjaan lebih dari memasak dari sebuah tim” ujar Rakhmalina Bakhriati selaku Koordinator Program Income Generation di Sekretariat LK3, Kamis (28/9/2017).

Adanya Pertemuan Rutin Kelompok Potensial yang tergabung dalam Grup Warung Rukun juga diharapkan muncul inovasi-inovasi dari resep-resep masakan yang sudah baku. Pertemuan Rutin juga merupakan wadah belajar para kelompok potensial tentang bagaimana cara bekerjasama dengan kawan-kawan baru yang berbeda latar belakang. 

Penulis           : Paula Murni Fernandez
Fotografer      : Arif Riduan













Sunday, September 3, 2017

Menghimbau Para Tokoh Agama Untuk Menjaga Kondusivitas Di Masyarakat




habarpalidangan.blogspot.co.id - Terjadinya kembali kekerasan Di Rakhine State terhadap komunitas Muslim Rohingya yang dilakukan oleh pihak pasukan keamanan Negara Myanmar telah memicu kecaman dari semua pihak, tidak hanya dari kalangan Umat Islam, bahkan juga menuai kecaman dari Umat Buddha sendiri.  Apa yang terjadi dan dialami oleh Kaum Muslim Rohingya adalah kejahatan kemanusiaan  yang harus disikapi dengan tegas baik tingkat lokal, nasional, maupun Internasional. 


Rohingya adalah komunitas yang mayoritasnya adalah Muslim, Di Rakhine jumlah mereka sekitar satu juta jiwa, dan sebagian besar masyarakat di Rakhine juga beragama Buddha. Dalam konteks ini, Muslim Rohingya dianggap oleh warga Rakhine lainnya sebagai saingan tambahan dan ancaman bagi identitas mereka sendiri. Inilah sebab utama ketegangan yang terjadi di Rakhnie State, dan telah menyebabkan konflik antar dua kelompok tersebut.


Sehubungan dengan ini, Senin 04/09/2017 Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3)Banjarmasin berserta Vihara Dhamasoka mengadakan  Konferensi Pers dan pernyataan sikap bersama dalam rangka melihat secara jernih permasalahan ini dan menepis sintimen beragama yang mungkin akan muncul dengan adanya konflik di Myanmar. Konferensi Pers yang dilaksanakan di Aula Vihara Dhamasoka yang dihadiri oleh tokoh Lintas Agama, FKUB, Ormas/LSM dan Media ini mengeluarkan beberapa sikap, yakni.


  1.  Menyesalkan dan prihatin terhadap apa yang terjadi di Rakhine, dan mengecam pemerintah Myanmar yang telah gagal melindungi Suku Rohingya apapun latar belakangnya.
  2. Mendesak pemerintah Indonesia Untuk: bersikap tegas, cepat dan lugas untuk memberikan bantuan dalm wujud apapun untuk mengentaskan masyarkat Rohingya dari tragedi ini dan melakukan langkah deplomatik. Serta menggalang solidaritas Asean untuk mengatasi permasahalan Suku Rohingya yang berptensi mengganggu keamanan dan ketentraman.
  3. Menghimbau kepada segenap warga Indonesia untuk tidak terseret dalam permasalahan di Myanmar, terlebih yang disertai dengan sentimen keagamaan. 
  4. Memberikan pemahaman kepada masyarakat luas bahwa permasalahan Suku Rohingya adalah permasalahan Internal negara Myanmar yang tidak perlu mempengaruhi tatanan kehidupan masyarakat Indonesia yang telah berjalan dengan baik, tentram dan damai.  
  5. Menghimbau kepada seluruh tokoh Agama dan tokoh Masyarakat untuk menjaga kondusivitas masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berbagai berita Hoax yang menyesatkan yang berkenaan denga tragedi di Rohingya.
  6. Menghimbau kepada institusi kepolisian melalui Satgas Cyber Crime Polri di berbagai tingkatan untukm bersikap tanggap dan mengambil langkah cepat dan tepat terhadap berbagai kemungkinan adanya hasutan kepada masyarakat melalui berbagai cara, terutama Media Sosial yang sangat sensitif.

Dalam kesempatan ini pula, secara langsung Bante Shadaviro Mahatera, Pimpinan Vihara Dhamasoka menyampaikan, sebagai umat Buddha prihatin dan sangat menyesalkan kejadian yang ada di Myanmar. Bante juga menyampaikan bahwa Umat Buddha yang ada di Indonesia, Khususnya Banjarmasin tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang terjadi di Rohingya.


Senada denga itu, Rafiqah selaku Direktur LK3 Banjarmasin mengatakan mengutuk keras dan menyesalkan kejadian ini,  dan menghimbau masyarakat untuk tetap bersikap dengan kepala dingin ketika menghadapi masalah seperti ini. Ia juga berharap umat beragama yang ada di Kalsel untuk bersifat bijak dan tidak mudah terpancing dengan isu-isu negatif tentang kasus kemanusiaan di Rohingya.


Penulis & Editor         : Arif Riduan

Kameramen               : M. Isya Azhar & Arif Riduan

TIM DOKUMENTASI LK3