| diskusi tentang keberagaman banua di LK3 |
Awalnya, kata dia lembaga ini
hanyalah sekadar wadah diskusi dosen-dosen IAIN yang memperbicangkan
masalah keagamaan dan isu-isu sosial, namun lama kelamaan mereka
berkembang menjadi lembaga yang fokus terhadap isu pluralisme atau
keberagaman.
Sejak tahun 2000 awal, masyarakat
Indonesia disuguhi dengan beragam isu-isu dengan sentimen keagamaan. Hal
tersebut yang melatarbelakangi kenapa lembaga non profit ini
mengkampanyekan isu-isu keberagaman. “Kami ingin, konflik yang terjadi
di masyarakat akibat sentimen-sentimen tersebut diselesaikan tanpa
memunculkan permasalahan baru,” ujar Rofiqoh.
Soal pengalaman mereka
memperjuangkan isu keberagaman, Rofiqoh bercerita lembaga ini dahulu
sempat menjembatani penyelesaian permasalahan yang terjadi antara
Ahmadiyah Banjarmasin dengan masyarakat. “Dulu mereka sempat dikirimi
Walikota surat teguran karena aktivitas mereka yang diduga meresahkan
warga,” tuturnya. Namun, surat tersebut tidak ditanggapi dengan serius
oleh komunitas Ahmadiyah. “Mereka malah menganggap surat tersebut adalah
surat cinta,” ceritanya.
| religi ekspo 2016 |
Akhirnya, karena masyarakat setempat
tidak terima dengan statement tersebut, masyarakat malah tambah berang.
Namun syukur, karena LK3 sempat menjembatani permasalahan ini, konflik
akhirnya usai. “Kita coba cari jalan keluar yang memang non
diskriminatif,” tegasnya.
Rofiqoh menerangkan, jika ada pihak
minoritas yang memerlukan bantuan untuk memperjuangkan hak-haknya, pihak
LK3 siap memfasilitasi hal tersebut. “Tapi kita lihat dulu track
record-nya, apabila tidak sesuai ya tidak bisa dibantu,” ujarnya.
Selain melakukan advokasi mereka
juga sering melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya mengkampanyekan
isu keberagaman. “Seperti kemarin acara religi expo di Menara Pandang,”
ujarnya.
Kemudian, mereka juga aktif
melakukan diskusi mingguan yang dilakukan oleh pemuda antar iman yang
ada di Banjarmasin. “Namun kita tidak berdebat soal kepercayaan di sini,
dalam diskusi tersebut kita mencoba membicarakan permasalahan sosial
yang ada,” ceritanya.
Mereka juga aktif memberikan
keterampilan kepada perempuan-perempuan yang ada di Kota Banjarmasin
untuk bisa mandiri secara perekonomian. “Karena akar dari munculnya
radikalisme seringkali adalah perekonomian masyarakat,” ceritanya.
Rofiqoh berharap di 23 tahun
perjalanan LK3 ini, mereka bisa terus merawat keberagaman yang ada di
Banua dengan program-program mereka. “Sesuai dengan moto kami, Haragu
Banua, Rakat Barataan,” terangnya. (by/ram/donny)
| Desa Kambiyain - Kab. Balangan - Kalsel |
| pengunungan meratus - Desa Kiyu - Kab. HST |

No comments:
Post a Comment