Belum lagi memasuki
tahun pilpres 2019, kita sudah dihadapakan dengan beberapa isu yang menjadi
tantangan, bahkan menjadi ancaman yang serius bagi kebhinekaan yang akhir-akhir
ini dirongrong. Tahun politik bisa saja menjadi tahun konflik jika tidak dijalankan
dengan baik. Jauh sebelum hal yang menakutkan ini terjadi, tentu hal semacam
ini perlu dibicarakan dan diskusikan.
Momentum 73 Tahun
kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakat
(LK3), Vihara Dhamasoka, dan FKUB Kalsel kembali mengadakan refleksi
kemerdekaan republik Indonesia yang dilaksanakan di Aula Vihara Dhamasoka,
Kamis 16 Agustus 2018.
Dalam tahun politik,seringkali
orang menggampangkan isu-isu besar untuk diseret dalam rangka kepentingan
jangka pendek dan kecil. Isu kemajemukan bangsa pun sering kali menjadi alat
yang dianggap ampuh untuk mendulang banyak suara pemilih dan pendukung, yang
seharusnya kemajemukan itu harus dijaga dan dirawat dengan baik.
Yosep Adi Prasetyo,
dalam paparanya mengatakan “ Republik
Indonesia ada karena kita berbeda-beda “. Hal ini menegaskan perbedaan
itulah yang menjadikan satu nasib, satu penanggunganlah yang membuat bangsa ini
bangkit bersatu untuk menuju merdeka, walau pun berbeda-beda. Dalam paparannya pula, Ketua Dewan Pers ini
mengatakan, “ media tentu juga sangat penting dalam
keberlangsungan Negara ini, karena Pers merupakan salah satu pilar dari empat
pilar demokrasi selain, eksekutif, legislatif dan yudikatif”.
Maka peran Pers sangat
penting dalam merawat bangsa ini. Dalam tambahannya Yosep mengatakan bahwa “ Pers adalah pekerjaan yang mulia, namun
sekarang banyak pers abal-abal yang menjadi rusukan informasi oleh masyarakat,
bahwa kita tau tidak semua informasi adalah berita. Sebab berita adalah informasi
yang diverifikasi dan dikonfirmasi, sedangkan apa yang menjadi konsumsi
masyarakat hari ini hanyalah sebuah informasi dari pers abal-abal.
Narasumber kedua, Bhante
Dhammasubbo Mahatera mengungkapkan tentang perjalanan beliau yang banyak mendatangi negara-negara besar di
dunia, seperti India, Afrika, Amerika dan Eropa yang menyimpulkan bahwa “ beruntunglah orang-orang yang lahir dan hidup di Negara ini “. Dalam
lanjutannya Bhante Dhamasubbo memberikan pesan kepada peserta dan tamu undangan
yang berhadir, mulai dari Veteran, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, mahasiswa dan
aktivis, beliau mengatakan “ Kalau ada
dua saudara yang bertikai, maka yang untung adalah orang ketiga “.
Kegiatan ini ditutup
dengan pemberiaan bingkisan dan santunan kepada sejumlah Veteran dan keluarga
Veteran, serta beberapa anak yatim yang diundang. ( arif riduan )
No comments:
Post a Comment