Masih dengan program “ Belajar Bersama “, Komunitas Pelangi
dan Lembaga Kajian Keislaman Kemasyarakatan ( LK3 ) bersama GPIB Marantha
Banjarmasin menggelar diolog yang bertema “ Perempuan dan Kekuasaan “, 27
Agustus 2018, di Aula GPIB Maranatha Banjarmasin. Kegiatan ini berangkat dari situasi
perempuan yang selalu tersingkir dari dunia publik dan politik selama
berabad-abad. Satu-satunya pemahaman yang perempuan pahami tentang kekuasaan
hanyalah ruang privat yang tiap hari mereka jalani, yakni hanya ruang lingkup
pribadi dan keluarga saja.
Bahkan dalam ruang
lingkup tersebut perempuan juga hanya bisa sebagai perantara dari kekuasaan
lelaki di ruang lingkupnya. Sehingga pengalaman publik yang mereka miliki pun
sangat minim bahkan sangat tipis jika dibandingkan dengan pengalaman hidup lelaki,
apa lagi dalam hal politik. Peran dominan laki-laki masih menjadi model perpolitikan
sampai hari ini, sehingga aspirasi yang sangat menyangkut perempuan itu tidak
bisa dikatakan telah diakomodir oleh penguasa.
Dalam kesempatan ini, Dr.
Hj, Erlina, SH, MH, banyak sekali mamparkan tentang pentingnya perempuan untuk
ikut andil dalam pertarungan politik untuk kemajuan bangsa, negara dan tentu
untuk kemajuan perempuan itu sendiri. “ Hendaklah perempuan ambil andil dalam
politik, bahkan ikut berpolitik secara langsung, walau pun banyak nanti
tantangan yang akan dihadapi”. Ungkapnya.
Dr. Hj. Masyitah Umar,
M.Hum, yang juga menjadi pembicara pada kesempatan kali ini mengatakan “ ayo perempuan, kita harus saling menguatkan.
Apa lagi untuk keberhasilan caleg perempuan, harus kita dukung. Sesama perempuan
kita harus saling menguatkan. Dan hanya perempuanlah tentunya yang bisa sangat
mengerti permpuan “.
Di tempat yang sama,
Direktur LK3, Rafiqah, S.Ag mengatakan tujuan utama kegiatan ini tentunya
sebagai ajang silaturrahmi ibu-ibu antariman, antarsuku dan antar organisasi,
agar semakin memperkuat kebersamaan yang telah lama sudah terjalin. Mengenai
Tema “ perempuan dan kekusaan “ dia berharap bahwa nantinya para ibu-ibu yang
mengikuti kegiatan ini akan terlibat aktif dalam partisipasi politik yang akan
dihadapi nanti. ( Arif Riduan )