Palidangan ( LK3 )

Thursday, March 22, 2018

Pentas Seni Pemuda Antar Iman Dihadiri Ratusan Penonton



 

Seperti pada awal tahun sebelumnya Forum Komunikasi Pemuda Antar Iman ( FKPAI ) Kalsel kembali menyelenggarakan sebuah pentas seni dalam rangka Refleksi Awal  Tahun Pemuda Antar  Iman dengan bertemakan “ Beragam Banuaku, Harmoni Indonesiaku”. Dalam sambutannya Nur Laely selaku Ketua Pelaksana Kegiatan yang diselenggakan Rabu Malam, 21 Maret 2018 mengatakan “ Event ini kita sangat harapkan mampu menjadi  rasa toleransi antar umat beragama, terlebih lagi dari kalangan anak muda “.

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan penonton dari  berbagai kalangan ini pula Muhammad Isya Azhari  selaku Koordinator  Bidang Kepemudaan Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan ( LK3 ) Banjarmasin menyampaikan bahwa LK3 selalu mendukung kegiatan para muda antar iman dalam berkreasi dan beraktivitas. 

Kegiatan ini berlangsung  di gedung Balairung Sari Taman Budaya, Kalimantan Selatan dengan menyajikan beberapa pementasan seperti Tari Kreasi, Orasi, Puisi, Musikalisasi Puisi dan Teater yang berjudul “ Cinta Yang Membunuh”. Para pemain serta kru pementasan terdiri dari puluhan  pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Antar Iman ( FKPAI ) perwakilan dari beberapa unsur organisasi seperti PMII, HMI, PMKRI, KMDHI, GMKI, KMK, KOMKA, HIKMAH BUDDHI, STT-GKE, HMJ-SAA, FPPL, GMKI Mahasiswa ULM, Mahasiswa, UIN Antasari, dan beberapa dari organisasi kampus lainnya.

Pentas seni tahunan yang ke-5 ini sudah dipersiapkan sejak tiga bulan yang telah lalu. Para pemuda yang terlibat dalam kegiatan ini rata-rata bukanlah para penggiat seni atau sanggar, namun dengan bimbingan serta arahan dari Y.S Agus Suseno (Budayawan Kalsel) mampu membangun kepercayaan diri mereka dan mampu menumbukan jiwa seni didalam diri mereka, sehingga terselenggalah kegiatan ini.  Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalsel, Noorhalis Majid yang juga senior dari LK3 Banjarmasin sangat menyambut baik kegiatan ini dan mempersilahkan aula kantor Ombudsman di Jl. S. Parman menjadi  tempat latihan FKPAI selama tiga bulan untuk mempersiapkan pementasan Refleksi Awal Tahun Pemuda Antar Iman. 

Ketua Forum Kerukunan Umat Bergama ( FKUB ) Kalsel Dr. H. Mirhan AM,  dalam kesempatan sambuatnnya menyampaikan deklarasi  FKUB Kalsel Dalam menyikapi maraknya berita bohong  ( Hoax ) akhir-akhir ini mencoba memecah belah persatuan antar umat beragama. Beliau juga mengatakan sangat bangga dengan adanya kegiatan seperti ini.

Penulis                 : Arif Riduan
Fotografer           : Isya, Uza dan Aldy 














Saturday, March 10, 2018

Vihara Buddhayana di datangi puluhan pemuda


Dalam kegiatan kunjungan rumah ibadah dan institusi pendidikan agama yang dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Pemuda Antar Iman (FKPAI) kali ini bertempat di Vihara Buddhayana yang berada di Jalan Veteran No. 393 RT. 21 Kelurahan Melayu, Kota Banjarmasin, Sabtu 10 Maret 2018. 

Kedatangan puluhan pemuda yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Antar Iman (FKPAI) yang di gerakan oleh perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan dan kemahasisiswaan seperti PMII, HMI, PMKRI, KMHDI, GMKI, STT GKE, HMJ SAA, KMK, Komka serta di tambah dengan Hikmahbuddhi, FPPL, dan Duta Damai di sambut baik oleh pengurus Vihara Budayana.

Dialog dan diskusi kali ini dipimpin langsung oleh Bante Ashin Nyanavira atau yang biasa disapa dengan Bante Vira. Beliau sangat banyak menjelaskan tentang agama Buddha yang ada di Indonesia, terlebih lagi keberadaan dan aliran agama Buddha yang ada di Banjarmasin. Salah satu yang Bante Vira jelaskan ialah tentang perbedaan dan persamaan 3 aliran yang ada di agama Buddha, yakni Theravada, Mahayana dan Vajrayana/Tantrayana. Beliau juga menjelaskan bahwa Vihara Buddayana ini adalah vihara yang menjadi wadah 3 aliran tersebut.

Selain Bante Vira, diskusi ini pula dihadiri oleh Bapak Herbert Adhista (Ketua MBI), Bapak Narmin (Romo Pandita), Bapak Sutekman Fauzie (Romo Pandita), Ibu Suryani (Ketua WBI) dan Steven Alfonso (Ketua Hikmahbuddhi Kota Banjarmasin & anggota FKPAI) , mereka juga banyak memberikan pembelajaran dan wawasan tentang agama Buddha.

Pada sesi akhir diskusi Bante Vira sangat bangga dengan pemuda-pemudi yang hari ini mendatangi Vihara Buddhayana dan mau menjalankan kegiatan yang mungkin ditempat lain tidak dapat ditemui. Dan beliau juga mengatakan bahwa Vihara Buddhayana sanagt terbuka kepada siapapun yang ingin belajar, menambah wawasan dan berdialog, namun dengan catatan terlebih dulu membuat janji, karena kata belaiu takutnya beliau tidak ada ditempat, sehingga membuat yang datang merasa kecewa.

Penulis : Arif Riduan
Fotografer : Muhammad Isya Azhari & Alfanur Fauza