Palidangan ( LK3 )

Saturday, January 27, 2018

Pemuda Antar Iman Kunjungi Sekolah Tinggi Teologi Kristen ( STT GKE )

STT GKE - FKPAI








" Kegiatan ini merupakan buah hasil dari rencana tindak lanjut kegiatan Yout Camp yang sudah kami laksanakan kemarin di Barabai. Kegiatan ini bertujuan untuk memeperkenalkan lebih dalam lagi tentang keberagaman yang ada di Banjarmasin dengan cara mengunjungi rumah-rumah ibadah dan lembaga keagamaan atau kampus berbasis agama ". Tutur Abdani Solihin pada sambutannya mewakili dari LK3 Banjarmasin.

Forum Komunikasi Pemuda Antar Iman ( FKPAI ) Kalsel yang di Koordinatori oleh Muhammad Isya Azhari ( unsur dari PMII ) melaksanakan kegiatan kunjungan ke rumah-rumah ibadah yang ada di Banjarmasin, Sabtu 27/01/2018. Seperti pada sambutan Abdani Solihin di atas bahwa kegiatan ini merupakan buah dari rencana tindak lanjut dari kegiatan Youth Camp atau Perkemahan Pemuda yang dilaksanakan di Barabai. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan Mejelis/komunitas agama, rumah-rumah ibadah dan lembaga pendidikan keagamaan yang ada di Banjarmasin.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antar anggota FKPAI yang saat ini kurang lebih berjumlah 300 orang lebih yang tersebar di wilayah Kalimantan Selatn, namun yang ikut kegiatan kunjungan ini kurang lebih 30 orang. Dari jumlah itu terdiri dari beberapa unsur organisasi kepemudaan dan kampus, diantaranya PMII, HMI, PMKRI, KMK, Pemuda Katolik,  GMKI, STT GKE, SAA, KMHDI, HIKMAHBUDHI, Sanggar Tasmaq Annida, Duta Damai, FPPL, Pemuda Muhammadiyah, dan unsur organisasi kepemudaan lainnya.

Untuk kegiatan kunjugan yang pertama FKPAI ini ialah kampus STT GKE yang terkenal dengan lembaga pendidikan agama Kristen, dimana kampus ini lebih kepada pendidikan calon pendeta diagama Kristen. Kunjungan ini disambut baik oleh perwakilan Dosen dan puluhan mahasiswa dari STT GKE. Kunjugan ini pula di komandoi oleh Mindha Naarai, Eventy Veronika, Junita, Anik, Anggi dan Melan serta beberapa mahasiswa dari Senat STT GKE lainnya.

Kegiatan ini dibuka dengan permainan-permainan yang tentunya menjadi media untuk menjalin keakraban dan kebersamaan antar peserta yang hadir. Semuanya yang membaur, semuanya terlihat ceria dan menikmati kebersamaan kegiatan kali ini.
Pendeta Sudianto, S.Th, M.Si yang memberikan sambutan dari STT GKE mengatakan sangat senang dengan kegiatan ini, karena memberikan susana yang berbeda dengan keseharian kampus, sebab kali ini banyak yang menggunakan Jilbab tentu hal ini sangat indah dilihat. Artinya STT GKE sangat terbuka kepada siapapun dan menjunjung tinggi nilai-nilai keberagaman. Begitu juga dengan Pendeta Enta Malasinta Lantigimo, D.Th, beliau mengakan sangat bangga dengan kegiatan ini dan berharap kegiatan ini akan terus dilaksanakan dilain kesempatan.

Setelah mengunjungi STT GKE peserta menuju Geraja Eppata yang berada tepat di seberang kampus STT GKE. Rombongan FKPAI di sambut oleh Pendeta Henny Meilina, M.Th, beliau memberikan paparan singkat tentang keberadaan Gereja Eppata dan beliau pula yang menjadi Narasumber dalam dialog keagamaan pada kunjungan kali ini. Para Peserta diajak untuk melihat ruangan Gereja yang luas, beliau menjelaskan satu persatu arti dan fungsi dari ornamen serta hiasan yang ada di dalam Gereja Eppata.

Dalam rencana kunjugan berikutknya, Koordinator FKPAI, Muhammad Isya Azhari mengatakan selanjutkan insya Allah akan dilaksanakan kunjungan ke rumah ibadah lainnya dan kemungkinan minggu depan akan dilaksanakan di Gereja Katedral. Namun melihat dari kesiapan dari kawan-kawan KMK, PMKRI dan Pemuda Katolik terlebih dahulu bisa aja berpindah ke rumah ibadah lain. Ke Masjid, Klenteng, Vihara atau Pura, karena kegiatan ini bukan hanya sekedar kunjungan dan melihat melihat namun didalamnya juga ada dialog dan belajar mengenai agama yang kunjungi.

Tim Habar Palidangan ( LK3 )
Penulis : Arif Riduan
Fotografer : Muhammad Isya Azhari









Friday, January 26, 2018

LK3 Gelar Diskusi Publik Demokrasi dan Kesejahteraan


Narsumber Dialog Publik DEMOKRASI KESEJAHTERAAN - foto LK3 



Dalam rangka merayakan ultahnya ke 24 tahun, Lembaga Kajian Keislaman & Kemasyarakatan (LK3) menyelenggarakan diskusi publik di Gedung Veteran Kayu Tangi Banjarmasi, bertajuk Demokrasi dan Kesejahteraan.  Hadir sebagai narasumber, Willy Purna Samadhi, Peneliti Pacer UGM, Muhajir, candidat Doktor Australian National University dan Berry Nahdian Furqon, politisi PDIP.


Tema Demokrasi dan Kesejahteraan diangkat, karena selama ini demokrasi yang dipersepsi sebagai Pemilu dan pemilihan para pemimpin, hanya melahirkan prosedural pemilihan yang belum membawa kesejahteraan.

Willy menyampaikan hasil penelitiannya sejak tahun 2003 hingga 2017,  dimana kesimpulan bahwa demokrasi bergeser menjadi kontestasi yang tidak berujung pada kesejahteraan. Karena pemilu terus berlangsung, namun kesulitan ekonomi masih terus terjadi.

Kita mengharapkan proses demokrasi yang berbasis pada rakyat, sambung Willy. Seharusnya segala keinginan kesejahteraan dirumuskan oleh warga, kemudian para calon menawarkan diri bagaimana mewujudkannya. Bukan seperti sekarang ini, dimana kontestasi, para calon yang menawarkan program dan rakyat memilihnya.

Sementara itu Muhajir menguraikan sejumlah riset yang dilakukan di berbagai negara menyangkut jual beli suara dalam pemilu. Di Indonesia katanya, 62 juta pemilih terlibat dalam politik uang. Angka itu menempatkan Indonesia sebagai ranking 3 dunia dalam soal politik uang.

Pemilih kita kata Muhajir, memaknai Pemilu sebagai "musim panen" untuk mendapatkan uang dan berbagai hal yang diinginkan pemilih.

Kuatnya politik uang ini, menurut Muhajir, menjadi tugas berat bagi kelompok masyarakat sipil seperti LK3 untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Berry Nahdian Furqon sebagai pendatang baru dalam politik mengatakan, bahwa sekarang ini demokrasi sudah dikuasai  para pemilik modal. Kita ingin demokrasi meningkatkan kesejahteraan, namun ketika didominasi para pemodal maka untung - rugi menjadi dasar dalam demokrasi.

Kita berharap kata Berry, demokrasi berlangsung sesuai konstitusi dan cita-cita bernegara. Tentu mewujudkannya tidak mudah, karena itu perlu perjuangan panjang. Kita paham tantangannya sangat berat, karena itu mari kita terjun untuk memperbaikinya.

Rafiqah selaku direktur LK3 mengharapkan diskusi publik ini dapat mencerahkan bagi kita semua dalam menghadapi tahun politik 2018 hingga menjelang 2019.@lk3

Rafiqah, S.Ag - Direktur LK3 - Foto LK3



Malam Syukuran Ultah LK3 yang ke 24 tahun - foto LK3